Cultural Appropriation

Cultural Appropriation, Masalah Penting Yang Sering Terjadi Pada Selebriti

Apakah kalian sudah dengar perampasan budaya Cultural Appropriation yang menjadi kasus pada Lisa Blackpink akhir-akhir ini? Lalisa Manoban atau dikenal Lisa Blackpink baru-baru ini menghendaki maaf kepada pengagum dalam fansignnya. Lisa pun memperpanjang durasi fansignnya menjadi enam menit yang mulanya hanya 90 detik. Lisa terima kritikan dari penggemarnya berkenaan cultural appropriation dalam video perfomancenya di lagu Money yang cukup identik dengan beberapa jenis perjudian Daftar Situs Judi Slot Online Terbaru 2021. Lisa jadikan fansignnya untuk mengintrospeksi dirinya berkenaan cultural appropriation dalam video penampilan “MONEY” dan menghendaki maaf. Tapi dari kalian sendiri apakah telah tau arti dari kata cultural appropriation? Kalau belum review artikel kita tersebut ini!

Pengertian Cultural Appropriation

Cultural appropriation adalah pemakaian objek atau elemen budaya non-dominan, pemakaian elemen budaya tersebut tidak menghormati arti aslinya, tidak menambahkan penghargaan kepada sumbernya, atau memperkuat stereotip atau berkontribusi pada penindasan. Cultural appropriation sendiri merupakan fenomena berlapis dan sulit dimengerti oleh banyak orang. Seperti yang ditunaikan oleh Lisa Blackpink dalam video Money, ia tidak memahami arti kepang box braids penduduk Afrika. Cultural appropriation juga diakui eksploitatif jika budaya tersebut dimanfaatkan oleh group dominan tanpa memahami arti dibalik budaya tersebut.

Konteks Yang Terhitung Pelecehan Budaya

Cultural Appropriation

Cultural Appropriation mutlak dipelajari untuk memahami mengapa hal tersebut menjadi masalah. Seperti yang Lisa Blackpink melakukan yaitu mengadopsi model rambut budaya lain, ia diakui tidak peka dan memahami nilai peristiwa rambut tersebut. Berikut adalah perumpamaan elemen dari cultural appropriation yang sudah jacissel kumpulkan:

  • Kekayaan intelektual
  • Artefak
  • Tarian
  • Pakaian dan mode
  • Bahasa
  • Musik
  • Makanan
  • Simbol agama
  • Dekorasi
  • Obat-obatan
  • Riasan
  • Gaya rambut
  • Tato
  • Praktek kesehatan

Cara Hindari Cultural Appropriations

Sebelum memanfaatkan budaya milik negara lain dalam suatu karya, tersebut adalah hal yang mesti ditunaikan supaya tidak terkena cultural appropriation:

  1. Alasan mengapa memanfaatkan budaya tersebut dalam suatu karya. Meriset budaya bersama baik.
  2. Memberikan kredit dari budaya yang dipakai.
  3. Luangkan kala untuk mempelajari dan terlalu menghormati suatu budaya sebelum saat meminjam atau mengadopsi unsur-unsur budaya tersebut.

Dalam fanmeetingnya, Lisa menyatakan tulus menghendaki maaf dan menyatakan dia tidak miliki tekad untuk menyakiti siapa pun. Dia idamkan para penggemarnya memahami bahwa dia terlalu menyesal atas cultural appropriation yang dilakukannya. “Aku tidak mengetahuinya, dan tidak miliki maksud jelek. Kupikir model rambut itu terlalu keren. Namun, saat ini aku merasa tidak enak. Aku terlalu minta maaf sekiranya ada yang tersinggung karenanya,”ujar Lisa Blackpink. Lisa Blackpink juga mengaku teredukasi atas kritikan yang diberikan oleh fansnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *